Tokopedia x TikTok: Pernikahan yang Dipaksakan atau Diperlukan?

 

Evaluasi Transaksi

Tokopedia (PT Tokopedia) mengelola salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Tokopedia adalah anak usaha dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), sebuah perusahaan teknologi multi-platform yang mempunyai beragam bisnis, seperti: layanan antar sesuai permintaan (Go-Jek), e-lokapasar (e-commerce atau Tokopedia), finansial teknologi, dan logistik. Sementara itu TikTok, pembuat media sosial dari China, mengelola media sosial hiburan yang populer dengan platform video pendek mereka. 

TikTok sebelumnya mengoperasikan perdagangan daring bernama TikTok Shop Indonesia. Setelah terbitnya aturan dari Kementrian Perdagangan atas larangan media sosial yang merangkap sebagai sebagai kanal perdagangan, akhirnya TikTok Shop Indonesia ditutup per 4 Oktober 2023 lalu.

Pasar modal Indonesia mendapat kejutan menarik dengan keterbukaan informasi dari GOTO tentang rencana TikTok berinvestasi di Tokopedia sebesar USD 1,5 miliar Amerika Serikat. Berdasarkan publikasi di IDX per 11 Desember 2023, GOTO mengumumkan rencana kerjasama investasi dengan Tiktok (TikTok Pte. Ltd.) yang disebut sebagai  ”Perjanjian Pembelian Aset” dan “Rencana Pembelian Aset”. (Sumber: dokumen pertama, kedua, dan ketiga).

Dari struktur usahanya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) per September 2023, pemegang sahamnya terdiri dari: publik  sebanyak 77,93%; Taobao China Holding Limited (Grup Alibaba) 9,82%; Dana Pemerintah Singapura 8,59%; William Tanuwijaya 1,96%; dan Andre Soelistiyo sebesar 0,04%. Petinggi lainnya memiliki dalam porsi di bawah 0,5%. GOTO memiliki saham PT Tokopedia sebanyak 99,99% per September 2023 (sumber: LK 9M23). Kami tidak bisa memperoleh status kepemilikan Grup TikTok karena masih berstatus privat.

Kami sudah mempelajari detail pengumuman yang dipublikasikan manajemen PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Ada beberapa hal penting yang bisa kita analisis dari transaksi ini. Berikut laporan dan analisis Bolasalju.

Ringkasan Transaksi TikTok, GOTO, dan Tokopedia

Isi keterbukaan informasi tersebut sebenarnya sederhana dan mudah dipahami. Namun, karena penyajian yang tidak berurutan, mungkin kita akan memahami sifat dan besar transaksi secara berbeda.

Berikut analisis dan penjelasan ringkasnya:

Pertama, TikTok akan memiliki 75,01% dari saham PT Tokopedia dan sisa lainnya sebanyak 24,99% dimiliki oleh GOTO. Berdasarkan publikasi dari manajemen, nilai perjanjian pembelian bagian saham Tokopedia yang dimiliki GOTO tersebut adalah sebesar USD 840 juta atau setara dengan Rp13,188 triliun. Perjanjian tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada kuartal pertama 2024.

Kedua, PT Tokopedia nanti akan mengambil alih aset TikTok Shop Indonesia dengan nilai transaksi yang disepakati sebesar USD 340 juta atau setara dengan Rp5,338 triliun.

Ketiga, setelah penyelesaian rencana investasi (kedua hal di atas), PT Tokopedia akan menerima “Promissory Note” (komitmen pinjaman) dari TikTok sebesar USD 1 miliar atau setara dengan Rp15,7 triliun.

Tambahan klausul perjanjian, kedua pihak sepakat bahwa kepemilikan GOTO di Tokopedia tidak akan terdilusi lebih lanjut jika masih ada upaya pendanaan di masa depan dari TikTok (sebagai pengendali utama).

Evaluasi dan Catatan Bolasalju

Nilai investasi riil TikTok untuk akuisisi Tokopedia adalah sebesar bersih USD 500 juta. Hal ini didasarkan pada: 

1) Nilai investasi TikTok sebesar USD  840 juta untuk memiliki 75,01% PT Tokopedia dari GOTO, dan;

2) Nilai akuisisi aset TikTok Shop Indonesia sebesar USD  340 juta yang akan dibayar Tokopedia pasca perjanjian pembelian saham milik GOTO selesai.

Sementara itu dana pinjaman USD 1 miliar adalah upaya lain untuk menyuntik permodalan bagi Tokopedia oleh TikTok sebagai pemilik barunya nanti.

Tokopedia dikabarkan memiliki sekitar 67 juta pengguna. Pengguna TikTok dikabarkan sekitar 167 juta (sumber: Bisnis). Kami tidak sepakat dengan valuasi Tokopedia senilai USD 2 miliar yang dinyatakan di artikel tersebut. Analisis kami menyebut valuasinya lebih rendah. Pengguna aktif Tokopedia dikabarkan sekitar 16 juta pengguna (sumber: Kompas). 

Siapa yang yang punya posisi tawar lebih tinggi dari transaksi ini? Siapa yang diuntungkan? Bagaimana efek transaksi ini untuk GOTO? Dan apa yang akan terjadi di Tokopedia? Baca analisis kami selengkapnya dengan langganan Riset Bolasalju.

Cari peringatan, ide, atau inspirasi dengan mengikuti Fokus Bolasalju.

Panjang 1.300 kata. Waktu baca 9 menit.


Artikel ini tersedia untuk pelanggan Riset Bolasalju.

Langganan

Silakan login



Disclaimer ringkas: Analisis, pendapat, dan opini, bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua transaksi beli/jual saham adalah tanggungjawab Anda sendiri. Anda boleh tidak setuju dengan pengungkapan kami. Baca disclaimer detail di bawah.

Disclaimer: Semua informasi yang terkandung di sini diperoleh oleh Bolasalju (Tim Riset Bolasalju) dari sumber-sumber yang dipercaya akurat dan dapat diandalkan. Namun, informasi tersebut disajikan “sebagaimana adanya,” tanpa jaminan apa pun, dan Bolasalju, khususnya, tidak membuat pernyataan atau jaminan, tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi tersebut atau sehubungan dengan hasil yang akan diperoleh dari penggunaannya. Bolasalju memiliki kebijakan ketat yang melarang penggunaan informasi orang dalam. Semua ungkapan pendapat bisa berubah tanpa pemberitahuan, dan Bolasalju tidak berkewajiban memperbarui atau melengkapi laporan ini atau informasi apa pun yang terkandung di sini. Isi dan konteks publikasi bukan ajakan/rekomendasi beli atau jual saham, tapi merupakan analisis dari data dan informasi yang tersedia. Anda harus menganggap bahwa tim kami bertransaksi dalam emiten yang dibahas dalam laporannya sebelum dan sesudah waktu yang ditetapkan untuk menerbitkan laporan. Dengan mengunduh dan memanfaatkan dokumen ini pelanggan dianggap telah menyetujui pernyataan-pernyataan di atas.

Hak Cipta © 2023 PT Bolasalju Dot Com. Lisensi penggunaan materi ini adalah untuk perorangan. Dilarang menyebarkan dokumen ini dalam bentuk/media apa pun: digital, cetak, presentasi, suara, dan medium lainnya.