CKPN Membesar, Berapa Harga Wajarnya?

 

Laporan keuangan bulan Oktober 2023 PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) sudah dipublikasikan (unduh di sini). Kami ingin membahas kinerja terbaru ini. Selain untuk evaluasi apa yang terjadi, kami juga menyajikan valuasi harga wajar terbaru.

Hingga bulan Oktober 2023, BTPS memperoleh pendapatan sebesar Rp4,79 triliun. Setelah dikurangi biaya bagi hasil untuk pemilik dana investasi sebesar Rp404,36 miliar, maka BTPS menghasilkan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar Rp4,39 triliun. 

Jika dibanding pendapatan per 9M23 lalu sebesar Rp4,30 triliun, maka ada peningkatan sebesar Rp0,49 triliun selama sebulan ini. Jika asumsi pendapatan bulanan rutin sebesar Rp0,49 triliun tercapai hingga akhir Desember, maka pendapatan setelah distribusi bagi hasil 2023 diperkirakan sebesar Rp5,77 triliun hingga maksimal Rp5,88 triliun. 

Laba operasional BTPS hingga Oktober tercapai Rp1,34 triliun. Jika dibandingkan dengan laba operasional per 9M23 sebesar Rp1,28 triliun, maka ada kenaikan Rp60-an miliar saja. Tekanan kinerja datang dari kenaikan pos “beban (pemulihan) kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment)” menjadi sebesar Rp1.403,65 miliar, maka pos ini mengalami kenaikan 5,7% jika dibandingkan periode 9M23 sebesar Rp1.197,88 miliar.

Dengan profitabilitas seperti itu, maka bagaimana sudut pandang kami melihat BTPS ke depan?

Cari peringatan, ide, atau inspirasi dengan mengikuti Fokus Bolasalju.

Panjang 1.500 kata. Waktu baca 8 menit.


Artikel ini tersedia untuk pelanggan Riset Bolasalju.

Langganan

Silakan login